Tugas 1 Softskill Ekonomi Koperasi, Sejarah Koperasi Dan Pengaruh Konsep Luar Terhadap Koperasi Indonesia

NAMA                 :  ANITA FANTASTIKA

NPM / KELAS    :  11213094 / 2EA22

DOSEN                :  SARAH WIDIA RAHMARINI

PERMASALAHAN

1. Jelaskan secara singkat bagaimana sejarah koperasi di Indonesia !

2. Bagaimana konsep luar mempengaruhi koperasi di Indonesia ?

ANALISA

1. Sejarah Koperasi Di Indonesia

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluarga. Kata “Koperasi” berasal dari bahasa Inggris yaitu Co=Bersama dan Operation=Usaha yang mempunyai arti ” Usaha Bersama “.

Gerakan koperasi diperkenalkan pertama kali oleh Robert Owen (1771 – 1858) yang merupakan seorang berkebangsaan Skotlandia pada usaha permintaan kapas di New Lanark, Skotlandia. Lalu gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786 – 1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.

Setelah koperasi berkembang dan diterapkan dibeberapa negara eropa, koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Sejarah koperasi di Indonesia dimulai pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dari lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja yaitu bernama Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah bank untuk para pegawai negri (priyayi). Ia terdorong keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang berikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Patih bermaksud untuk mendirikan koperasi kredit model seperti dijerman.

Cita cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen belanda. De Wolffvan sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan megubah Bank Pertolonga Tabungan yang suda ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negri, petani juga perlu dibantu, mereka semakin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Disamping itu dia mendirikan lumbung – lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia berusaha jadikan lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi pemerintah belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan, Pertanian, dan Lumbung Desa tidak dijadikan koperasi tetapi malah dibentuk lumbung lumbung desa baru, bank bank desa, rumah gadai dan centrale kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha pemerintah dan dipimpin oleh orang orang pemerintah.

Pada zaman Belanda, pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena : Belum ada instansi pemerintah/ non pemerintah yang beri penerangan atau penyuluhan tentang koperasi. Belum ada Undang – undang yang mengatur kehidupan koperasi. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu anjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang bahayakan pemerintah jajahan itu.

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda keluarkan peraturan perundangan tentang pengkoperasian. Pertama diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No.43 tahun 1915, lalu pada 1927 dikeluarkan pula peraturan No.91 tahun 1927 yang mengatur Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Tahun 1933 pemerintah Hindia Belanda tetapkan peraturan umum perkumpulan koperasi No.21, itu hanya berlaku untuk golongan yang tunduk kepada tatanan hukum barat, sedangkan peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk perbaiki kehidupan rakyat. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, serta mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebegai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).

Koperasi di Indonesia dikenal sebagai sokoguru perekonomian Indonesia atau sebagai tiang pancang utama yang penting dalam roda perekonomian Indonesia. Sebab falsafahnya yang mengusung kebersamaan seluruh anggota koperasi dinilai sama dengan cara pandang Indonesia mengenai demokrasi. Koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia adalah implikasi dari perkembangan sistem perekonomian kerakyatan di Indonesia. Pentingnya perekonomian berpihak kepada rakyat menjadi dasar bagi lahirnya Pasal 27 dan 33 UUD 1995 & menjadi dasar pula atas pertimbangan dilahirkannya Undang – Undang Pengkoperasian (UU RI No.25 Tahun 1992) yang tampak jelas adanya keterkaitan erat antara ekonomi kerakyatan dengan didirikannya koperasi.

2. Konsep Koperasi Luar Mempengaruhi Koperasi Indonesa

Konsep koperasi negara barat lahir sebagai gerakan melawan ketidak adilan pasar oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar.

Konsep koperasi sosialis direncanakan dan dikendalikan pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan faktor produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Konsep ini tidak berdiri sendiri tapi merupakan sub – sistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan tujuan sosialis – komunis.

Konsep koperasi negara berkembang terbentuk dari adanya dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembanganya dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggota. Pengembangan koperasi dinegara berkembang seperti di Indonesia dengan top down approach (bukan dari kesadaran masyarakat melainkan dari dorongan pemerintah yang disosialisasikan kebawah) pada awal pembangunannya dapat diterima sepanjang polanya selalu disesuaikan dengan perkembangan pembangunan dinegara tersebut. Penerapan pola top down approach harus diubah secara bertahap menjadi bottom up approach. Hal ini dimaksudkan agar rasa memiliki terhadap koperasi oleh anggota semakin tumbuh, sehingga para anggotanya akan secara sukarela berpartisipasi aktif. Apabila hal tersebut dapat dikembangkan maka koperasi yang benar benar mengakar dari bawah (bottom up approach) akan tercipta, tumbuh dan berkembang.

Keberadaan koperasi di Indonesia tidak dapat dipungkiri mendapat pengaruh dari perkembangan koperasi di luar Indonesia. Di negara berkembang seperti di Indonesia, koperasi dirasa perlu dihadirkan guna menggerakan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Menurut saya, adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan membuat konsep koperasi Indonesia hampir sama dengan konsep sosialis, hanya saja perbedaannya terletak pada tujuan. Tujuan konsep koperasi sosialis adalah untuk rasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi menuju kepada kepemilikan kolektif, namun tujuan konsep koperasi negara berkembang adalah untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi.

RINGKASAN

Di Indonesia, peranan koperasi sangatlah penting bagi pengusaha kecil menengah yang rata rata hanya memiliki modal relatif minim. Jasa jasa penting koperasi sudah dirasakan dalam berbagai hal mulai dari kekurangan modal usaha, kesulitan ekonomi hingga menggunakan koperasi untuk mendapatkan pinjaman demi melunasi hutang hutang.

Dengan dibentuknya koperasi yang mengusung kepentingan bersama, diharapkan dapat menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self-help). Semoga tujuan koperasi seperti yang dicantumkan oleh ” Peraturan Presiden No.24 Tahun 2010 tentang kedudukan Kementrian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon 1 pasal 552, 553 dan 554, yakni: Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas menyelenggarakan urusan dibidang koperasi dan usaha kecil dan menengah dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara “, dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

SUMBER

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

http://wennyekaputri.wordpress.com/2013/10/13/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia-di-indonesia-2/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s