Mengenal sosok Prof. Dr. Selo Soemardjan

Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan Beliau lahir di Yogyakarta, 23 Mei 1915 dan meninggal di Jakarta, 11 Juni 2003 di usia 88 tahun. Beliau adalah seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia(UI).

Selama hidupnya, Selo pernah berkarier sebagai pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya, dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri, Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan, Sekretaris Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono IX (1973-1978), Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) dan staf ahli Presiden HM Soeharto.

Ia dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia setelah tahun 1959 seusai meraih gelar doktornya di Cornell University, AS — mengajar sosiologi di Universitas Indonesia (UI). Dialah pendiri sekaligus dekan pertama (10 tahun) Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) UI. Kemudian tanggal 17 Agustus 1994, ia menerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah dan pada tanggal 30 Agustus menerima gelar ilmuwan utama sosiologi.

Ia dibesarkan di lingkungan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Kakeknya, Kanjeng Raden Tumenggung Padmonegoro, adalah pejabat tinggi di kantor Kasultanan Yogyakarta. Berkat jasa sang kakek, Soemardjan- begitu nama aslinya-mendapat pendidikan Belanda.

Nama Selo dia peroleh setelah menjadi camat di Kabupaten Kulonprogo. Ini memang cara khusus Sultan Yogyakarta membedakan nama pejabat sesuai daerahnya masing-masing. Saat menjabat camat inilah ia merasa mengawali kariernya sebagai sosiolog. “Saya adalah camat yang mengalami penjajahan Belanda, masuknya Jepang, dilanjutkan dengan zaman revolusi. Masalahnya banyak sekali,” tuturnya suatu ketika sebagaimana ditulis Kompas. Pengalamannya sebagai camat membuat Selo menjadi peneliti yang mampu menyodorkan alternatif pemecahan berbagai persoalan sosial secara jitu. Ini pula yang membedakan Selo dengan peneliti lain.

Sebagai ilmuwan, karya Selo yang sudah dipublikasikan adalah Social Changes in Yogyakarta (1962) dan Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963). Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. Terakhir ia menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002 diwujudkan dalam bentuk piagam, lencana, dan sejumlah uang.

Pendidikan

  • HIS, Yogyakarta (1921-1928)
  • MULO, Yogyakarta (1928-1931)
  • MOSVIA, Magelang (1931-1934)
  • Universitas Cornell, Ithaca, New York, AS (Sarjana, 1959 Doktor, 1959)

Karier

  • Pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (1935-1949)
  • Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya (1949-1950)
  • Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri (1950-1956)
  • Sekretaris Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (1959- 1961)
  • Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  • Sekretaris Menteri Negara Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1966-1973)
  • Sekretaris Wakil Presiden RI (1973-1978)
  • Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978- 1983)
  • Staf Ahli Presiden RI (1983-sekarang)
  • Guru Besar Universitas Indonesia

Karya Buku

  • Social Changes in Yogyakarta (1962)
  • Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963)
  • Desentralisasi Pemerintahan

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Selo_Soemardjan

Kelezatan Cokelat Yang Membuat Ketagihan

Cokelat?

Yups, jenis makanan hasil olahan dari biji kakao ini sering kali memberi efek sensasi yang dahsyat kepada penikmatnya. Rasanya yang manis setelah diolah dan wujudnya yang mudah meleleh memberikan rasa rilexs di mulut. Betapa tidak, baru melihat gambar nya saja sudah membuatku ingin cepat cepat datang ke supermarket untuk membelinya dalam jumlah yang banyak.

Cokelat mengandung senyawa yang mampu membuat diri seseorang menjadi lebih tenang dan merasa senang. Sehingga tak heran lagi jika banyak remaja yang senang mengkonsumsi cokelat. Apa kalian juga termasuk salah satu dari sekian banyak penggemar cokelat? lezat bukan rasanya ?

images (9)

Cokelat dengan kualitas yang paling baik yaitu asalnya dari Belgia. Masyarakat Belgia pada umumnya lebih serius dalam mengelola cokelat. Salah satu wilayah pengelolaan cokelat terbaik terletak di bagian utara Belgia, ada satu daerah, di sepanjang jalan sekitar 1-2 km dan masyarakat belgia disetiap rumahnya mengelola cokelat.

Cokelat yang berkualitas baik itu mudah meleleh di mulut dan ketika dipegang, cokelat meleleh dan menempel di kulit. Cokelat yang baik terdiri dari 70 persen coco butter, dan sebagian kecil gula, lalu memiliki aroma dan tekstur lembut. Meski dicampur dengan bahan makanan lain, cokelat dengan kualitas yang baik dapat tetap terasa keasliannya saat disantap loh.

Didalam cokelat mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan yang dapat menetralkan tubuh dari efek negatif radikal bebas sobat. Hal ini juga yang menjadi dasar pada sebuah penelitian bahwa pemakan cokelat akan berusia 1 tahun lebih lama hidup dari pada yang tidak memakan cokelat, karena cokelat memiliki kemampuan untuk menghambat kolestrol jahat dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit mematikan seperti penyakit jantung koroner dan juga kanker.

Kalau cokelat yang di konsumsi terjamin keasliannya, sejumlah manfaat bisa di dapati seperti yang tertera pada paragraf diatas. Namun jika sobat sekalian lebih sering menikmati cokelat berkualitas lebih rendah, dengan kandungan gula dan lemak lebih banyak dari coco butter, kenikmatan cokelat sulit didapat dan akan berpengaruh buruk bagi kesehatan. Selain rasa dan aroma yang berbeda, cokelat berkualitas rendah juga tidak meleleh saat dimakan meski rasanya mirip cokelat.

Dibawah ini ada beberapa jenis produk olahan cokelat ya sobat yang ada di pasaran, mari simak:

  • Cokelat hitam, dengan bahan campuran dasar: kakao cair, gula, minyak kakao, dan terkadang vanilla. Cokelat hitam murni mengandung setidaknya 70%% kakao (padat dan minyak).
  • Cokelat susu, dengan bahan campuran dasar ditambah susu cair atau susu bubuk. Cokelat susu biasanya mengandung sekitar 50% kakao.
  • Cokelat putih, dengan bahan dasar: gula, minyak kakao, susu cair atau susu bubuk, dan vanilla. Cokelat putih berkualitas bagus hanya mengandung sekitar 33% kakao.
  • Minuman cokelat, dengan produk olahan biji kakao yang biasanya mengandung kadar gula yang tinggi.
  • Permen (biasanya tinggi kandungan gula).

Tahukah kalian, cokelat seringkali diberikan sebagai hadiah, parsel, atau pun bingkisan pada hari-hari besar yang digunakan untuk menyatakan cinta, rasa sayang, simpati, atau bahkan sekedar untuk mengungkapan rasa terima kasih. Maka dari itu, omset penjualan coklat di hari hari besar pun sudah dipastikan naik dari biasanya. Cokelat bisa menjadi salah satu produk pilihan yang bagus nih jika kalian ingin membuka usaha baru. Mulai dari anak kecil hingga dewasa sekalipun dapat mengkonsumsinya.  Bagaimana ? Apa kalian berminat ? Silahkan saja, namun jika ingin menjual produk olahan cokelat, harus diproduksi dengan baik ya agar jangan sampai menggunakan cokelat yang berkualitas rendah yang nanti keaslian cokelat dan manfaat coklatnya tidak baik bagi kesehatan tubuh para pembeli.

Oke sekian dulu tulisanku tentang cokelat dipagi ini, selamat menjalankan aktivitas dan semoga tetap dalam lindungan Allah Swt dimanapun sobat berada. Sampai jumpa lagi pada tulisan berikutnya..

Salam manis 🙂

Pengertian Dan Hakikat Sosiologi

images (3)Dari yang sudah saya baca dari wikipedia, ini lah mengenai seputar sosiologi :

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte(1798-1857). 

  • 1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comtetahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi.[butuh rujukan] Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial.[butuh rujukan] Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.[butuh rujukan] Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamisdimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi.[butuh rujukan]Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa).[butuh rujukan] Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.[butuh rujukan]
  • Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.[butuh rujukan]Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
  • 1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
  • Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
  • Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
  • Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology.

Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Dua orang sosiolog Indonesia, yaitu Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi men- jelaskan lebih rinci pemahaman mengenai sosiologi. Menurut mereka, sebagai ilmu kemasyarakatan, sosiologi mempelajari struktur dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur pokok dalam masyarakat. Unsur-unsur pokok dalam masyarakat itu meliputi kaidah-kaidah (norma-norma kemasyarakatan), lembaga-lembaga, kelompok-kelompok, serta lapisan-lapisan dalam masyarakat. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan politik, antara hukum dengan kehidupan beragama, antara aspek kehidupan beragama dengan masalah ekonomi, dan sebagainya.

Sosiologi menurut P.J. Bouman
Dalam bukunya Sociologie Begrien en Problemen, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga serta ide-ide sosial.

Sosiologi menurut Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

Sosiologi menurut Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

Sosiologi menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

Sosiologi menurut J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Sosiologi menurut Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

Sosiologi menurut Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

Sosiologi menurut Soejono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

Sosiologi menurut William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

Sosiologi menurut Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya memengaruhi sistem tersebut.


Objek sosiologi 

Objek Material : Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.

Objek Formal : Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Objek budaya : Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.

Objek Agama : Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat, dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.

Objek sosiologi menurut Selo Soemardjan

Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat. Berikut ini beberapa defenisi tentang masyarakat oleh beberapa para ahli yaitu sebagai berikut: Selo Soemardjan (dalam bukunya Perkembangan Ilmu Sosiologi diIndonesia ) 
” Masyarakat adalah orang – orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan “.


Hakekat dari sosiologi

  1. Sosiologi merupakan ilmu sosial, bukan ilmu alam atau kerohanian.
  2. Sosiologi bersifat kategoris, bukan normatif. Artinya, sosiologi membatasi pada peristiwa yang terjadi, bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi. Sosiologi tidak menetapkan arah. Sesuatu seharusnya berkembang dalam arti memberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama.
  3. Sosiologi merupakan ilmu murni (pure science), bukan terapan. Adapun yang dimaksud pure science adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak serta hanya untuk mempertinggi mutu. Artinya sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan sedalam-dalamnya tentang masyarakat dan bukan untuk mempergunakan pengetahuan tersebut terhadap masyarakat.
  4. Sosiologi adalah ilmu yang abstrak bukan konkret. Artinya, yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat.
  5. Sosiologi bertujuan mendapatkan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari dasar yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antarmanusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan empiris-rasional dilihat dari metode yang digunakan.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum dan selalu ada pada setiap interaksi antarmanusia.

Sumber

http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi

Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Cabai

Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi tumbuhan berklorofil, cahaya matahari sangat menentukan dalam pembentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk dapat menghasilkan makanan sendiri. Makanan yang dihasilkan tersebut nantinya akan menentukan  ketersediaan energy yang mencukupi  dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.

Bagi masyarakat Asia khususnya penduduk Indonesia, tanaman cabai adalah tanaman yang sangat penting. Masakan Indonesia sangat terkenal dengan bahan berbumbu yang sangat pedas. Hampir seluruh kegiatan masak memasak mempergunakan cabai sebagai bumbu utama. Selain itu, Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani cabai. Maka tak heran lagi jika cabai dapat ditemukan dimana mana.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanah yang diberi bibit cabai dan tidak diberi bibit cabai ?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanah yang ditanami cabai dan tidak ditanami cabai.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang di ambil dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan cabai rawit dan mengetahui tingkat erosi yang terjadi pada tanah yang tidak diberi bibit cabai.

Faktor-faktor pertumbuhan tanaman cabai :

  1. Suhu
  2. Cahaya Matahari
  3. Air
  4. Nutrisi
  5. Kelembapan Udara
  6. Tingkat keasaman dan basa (pH)

Metode Penelitian

Populasi dan Sampel

Populasi     : tanaman cabai

Sampel       : 2 pot ( diberi bibit cabai dan tidak diberi bibit cabai)

Identifikasi Variabel

  1. Bebas         : Intensitas cahaya matahari.
  2. Terikat        : Pertumbuhan tanaman cabai rawit.
  3. Kontrol       : Air, tanah, pot bunga.

Definisi Operasional Variabel

Bebas

Pertumbuhan dalam penelitian ini digunakan dalam perlakuan pada 2 tanaman yang diletakkan di luar ruangan serta terkena cahaya matahari.

Terikat

Mengamati pertumbuhan cabai rawit dari menghitung jumlah daun dan mengukur tinggi batang tiap beberapa hari sekali selama 2 minggu. Dan membedakan bagaimana lahan yang diberi bibit dan tidak diberi bibit sebelumnya.

Prosedur Kerja

Alat dan bahan

  1. Dua buah pot yang masing-masing sudah diberi tanah setinggi ± 25 cm,
  2. Penggaris ukur,
  3. Sepuluh biji cabai rawit yang sudah dikeringkan selama dua hari penuh,
  4. Air,
  5. Cahaya matahari.

Langkah kerja:

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Tuangkan tanah ke dalam pot.
  3. Ambil biji cabe yang sudah dikeringkan.
  4. Tanam 10 biji cabe rawit di pot A, Lalu kosongkan bibit dalam Pot B, dan biarkan selama masa pengamatan dilakukan.
  5. Letakkan Pot A yang berisi biji cabai dan Pot B yang tidak berisi biji cabai di luar ruangan yang terkena matahari secara langsung.
  6. Sirami kedua Pot tersebut setiap sore hari.
  7. Ukur tinggi tiap–tiap tanaman setiap 3 hari sekali selama 2 minggu.
  8. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel hasil penelitian.

Tabel Hasil Pengamatan

Pot A ( Tanah yang diberi bibit cabai )

Pot B ( Tanah yang tidak diberi bibit cabai )

Pengamat (Tanggal) Tinggi Batang Jumlah Daun
POT A POT B POT A POT B
13-11-2012 0 cm 0
16-11-2012 0 cm 0
19-11-2012 2 cm 2
22-11-2012 3 cm 4

Analisa data

Tanah yang ditanami bibit cabai pada Pot A ternyata tidak mengalami erosi atau longsor. Hal ini dikarenakan adanya tumbuhan cabai yang dapat menopang tanah dari adanya siraman air dan panasnya matahari. Selain itu, bibit cabai yang di tanam pun dapat tumbuh dengan baik. Daun tamanan cabai di pot A ini tampak berwarna hijau lebar dan tebal. Jumlah daun yang dimilikinya pun bertambah lebih cepat. Tanahnya pun dapat berdiri kokoh seperti penanaman semula.

Tanah yang tidak ditanami bibit cabai pada Pot B ternyata mengalami erosi atau longsor. Hal ini dikarenakan tidak adanya tanaman yang menopang tanah tersebut. Tanah di pot B hanya memiliki sedikit rumput liar yang tumbuh bebas dan tak bisa menopang tanah sebagaimana mestinya tanaman cabai dipot A. Akhirnya, tanah di pot B terlihat sangat gersang dan tidak beraturan.

Kesimpulan

Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah yang ditanami tanaman cabai sangat mempengaruhi terjadi nya erosi. Hal ini bisa saya ibaratkan seperti halnya gunung gunung di alam semesta ini. Gunung yang tidak ditanami pohon apapun (gundul) akan longsor apabila hujan turun membasahi gunung tersebut. Bila kemarau datang pun, tanah di gunung tersebut akan menjadi kering dan gersang, akibatnya erosi pun akan terjadi. Dan seperti itulah pengamatan yang saya lakukan, Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa

1. Pengertian Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa

  • Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli barang dagangan dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Seandainya melakukan pengolahan, hanya pengemasan kembali, pemberian label atau pembungkusan.
  • Perusahaan Manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya membeli bahan baku kemudian mengolah bahan baku dengan mengeluarkan biaya biaya lain menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.
  • Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual jasa dalam bidang berbagai pelayanan yang memberikan kemudahan, kenyamanan bagi masyarakat yang memerlukan.

2. Karakteristik dari Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa

     Perusahaan Dagang

  • Melakukan transaksi pembelian atau penjualan barang dagang baik secara tunai maupun kredit.
  • Melakukan penyimpanan barang dagang setelah pembelian dan sebelum barang dagang laku terjual.
  • Melakukan transaksi retur pelunasan / pembayaran utang dan penerimaan piutang dagang yang telah terjadi.

     Perusahaan Manufaktur

  • Produk yang dihasilkan dapat dilihat secara kasatmata / memilki wujud.
  • Dibutuhkan inovasi yang terus menerus dan mengutamakan kualitas produk.
  • Konsumen tidak memiliki peran dalam proses produksi.
  • Konsumen bisa menilai suatu produk saat belum menggunakan produk tersebut / juga setelah menggunakan produk tersebut.
  • Untuk proses penyampaian pada konsumen, bias dilakukan tanpa memerlukan kontak fisik. Salah satunya melalui jasadistributor atau memanfaatkan system pemasaran modern menggunakan internet.
  • Adanya ketergantungan konsumen untuk mencari produk yang ada sehingga produsen memiliki kewenangan mutlak untuk menyediakan jumlah barang dipasaran. Karena makin sedikit barang yang tersedia, makin tinggi harga produk tersebut jika permintaan tidak berkurang.

     Perusahaan Jasa

  • Ketidakberwujudan (Intangibility) : Jasa biasanya tidak bisa di identifikasi secara fisik sehingga tidak dapat disimpan dan harus segera dikonsumsi pada saat diperoleh.
  • Ketakterpisahkan (Inseparability) : Keterlibatan konsumen tidak dapat dipisahkan dari jasa yang harus diberikan dan dalam hal tertentu, konsumen lain juga terlibat dalam menikmati jasa. Misal : Bioskop
  • Keanekaragaman (Heterogenity) : Jenis dan kualiras layanan berbeda – beda untuk tiap konsumen sehingga sulit untuk distandarisasikan kegiatan layanannya. Misal : Jasa rumah sakit.
  • Keterlenyapan (Perishability) : Manfaat mereka pada jasa akan habis / lenyap dengan cepat sehingga konsumsi jasa akan dilakukan konsumen secara berulang. Misal : Jasa cucu mobil.

3. Perbedaan Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa

     Perusahaan Dagang :

  • Menjual barang yang diperoleh dari pemasok.
  • Memiliki persediaan barang jadi.
  • Dalam menentukan harga pokok barang relative mudah.
  • Tujuannya menjual kembali barang tanpa mengubah bentuk.

     Perusahaan Manufaktur :

  • Menjual barang yang diperoleh dengan cara mengolah.
  • Memiliki persediaan barang olahan / bahan baku.
  • Dalam menentukan harga pokok harus melalui beberapa tahapan.
  • Tujuannya menghasilkan barang jadi yang bernilai jual.

     Perusahaan Jasa :

  • Tidak menjual barang / produk.
  • Tidak memiliki persediaan barang.
  • Tidak menentukan harga pokok barang.
  • Tujuannya memperoleh laba keuntungan yang ditetapkan.