Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Cabai

Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi tumbuhan berklorofil, cahaya matahari sangat menentukan dalam pembentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk dapat menghasilkan makanan sendiri. Makanan yang dihasilkan tersebut nantinya akan menentukan  ketersediaan energy yang mencukupi  dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.

Bagi masyarakat Asia khususnya penduduk Indonesia, tanaman cabai adalah tanaman yang sangat penting. Masakan Indonesia sangat terkenal dengan bahan berbumbu yang sangat pedas. Hampir seluruh kegiatan masak memasak mempergunakan cabai sebagai bumbu utama. Selain itu, Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani cabai. Maka tak heran lagi jika cabai dapat ditemukan dimana mana.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanah yang diberi bibit cabai dan tidak diberi bibit cabai ?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanah yang ditanami cabai dan tidak ditanami cabai.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang di ambil dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan cabai rawit dan mengetahui tingkat erosi yang terjadi pada tanah yang tidak diberi bibit cabai.

Faktor-faktor pertumbuhan tanaman cabai :

  1. Suhu
  2. Cahaya Matahari
  3. Air
  4. Nutrisi
  5. Kelembapan Udara
  6. Tingkat keasaman dan basa (pH)

Metode Penelitian

Populasi dan Sampel

Populasi     : tanaman cabai

Sampel       : 2 pot ( diberi bibit cabai dan tidak diberi bibit cabai)

Identifikasi Variabel

  1. Bebas         : Intensitas cahaya matahari.
  2. Terikat        : Pertumbuhan tanaman cabai rawit.
  3. Kontrol       : Air, tanah, pot bunga.

Definisi Operasional Variabel

Bebas

Pertumbuhan dalam penelitian ini digunakan dalam perlakuan pada 2 tanaman yang diletakkan di luar ruangan serta terkena cahaya matahari.

Terikat

Mengamati pertumbuhan cabai rawit dari menghitung jumlah daun dan mengukur tinggi batang tiap beberapa hari sekali selama 2 minggu. Dan membedakan bagaimana lahan yang diberi bibit dan tidak diberi bibit sebelumnya.

Prosedur Kerja

Alat dan bahan

  1. Dua buah pot yang masing-masing sudah diberi tanah setinggi ± 25 cm,
  2. Penggaris ukur,
  3. Sepuluh biji cabai rawit yang sudah dikeringkan selama dua hari penuh,
  4. Air,
  5. Cahaya matahari.

Langkah kerja:

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Tuangkan tanah ke dalam pot.
  3. Ambil biji cabe yang sudah dikeringkan.
  4. Tanam 10 biji cabe rawit di pot A, Lalu kosongkan bibit dalam Pot B, dan biarkan selama masa pengamatan dilakukan.
  5. Letakkan Pot A yang berisi biji cabai dan Pot B yang tidak berisi biji cabai di luar ruangan yang terkena matahari secara langsung.
  6. Sirami kedua Pot tersebut setiap sore hari.
  7. Ukur tinggi tiap–tiap tanaman setiap 3 hari sekali selama 2 minggu.
  8. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel hasil penelitian.

Tabel Hasil Pengamatan

Pot A ( Tanah yang diberi bibit cabai )

Pot B ( Tanah yang tidak diberi bibit cabai )

Pengamat (Tanggal) Tinggi Batang Jumlah Daun
POT A POT B POT A POT B
13-11-2012 0 cm 0
16-11-2012 0 cm 0
19-11-2012 2 cm 2
22-11-2012 3 cm 4

Analisa data

Tanah yang ditanami bibit cabai pada Pot A ternyata tidak mengalami erosi atau longsor. Hal ini dikarenakan adanya tumbuhan cabai yang dapat menopang tanah dari adanya siraman air dan panasnya matahari. Selain itu, bibit cabai yang di tanam pun dapat tumbuh dengan baik. Daun tamanan cabai di pot A ini tampak berwarna hijau lebar dan tebal. Jumlah daun yang dimilikinya pun bertambah lebih cepat. Tanahnya pun dapat berdiri kokoh seperti penanaman semula.

Tanah yang tidak ditanami bibit cabai pada Pot B ternyata mengalami erosi atau longsor. Hal ini dikarenakan tidak adanya tanaman yang menopang tanah tersebut. Tanah di pot B hanya memiliki sedikit rumput liar yang tumbuh bebas dan tak bisa menopang tanah sebagaimana mestinya tanaman cabai dipot A. Akhirnya, tanah di pot B terlihat sangat gersang dan tidak beraturan.

Kesimpulan

Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah yang ditanami tanaman cabai sangat mempengaruhi terjadi nya erosi. Hal ini bisa saya ibaratkan seperti halnya gunung gunung di alam semesta ini. Gunung yang tidak ditanami pohon apapun (gundul) akan longsor apabila hujan turun membasahi gunung tersebut. Bila kemarau datang pun, tanah di gunung tersebut akan menjadi kering dan gersang, akibatnya erosi pun akan terjadi. Dan seperti itulah pengamatan yang saya lakukan, Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s