Dampak Negatif Penggunaan Sosial Media

Halo sobat blogers, kali ini akan saya bahas mengenai dampak negatif yang timbul akibat terlalu seringnya menggunakan sosial media. Mengapa saya bahas dampak negatif sosial media ? Ya, karena saya lihat sekarang penggunaan sosial media menjadi tidak terkendali, khususnya untuk masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia berbondong bondong membeli aneka macam gadget yang canggih hanya untuk sekedar menikmati suguhan aneka ragam sosial media.

Sosial media seperti facebook, twitter, dan yang lainya memang mempunyai segudang manfaat bila dilihat dalam kasat mata. Akan tetapi penggunaan yang terlalu sering akan membuat masyarakat di era modern ini malah semakin ketagihan dan tak bisa lepas dari yang namanya penggunaan social media di gadget mereka. Sosial media seakan akan adalah kebutuhan yang wajib mereka aktifkan setiap hari tanpa kenal waktu. Ketergantungan itu lah yang mestinya harus segera disadari oleh para pengguna aktif media sosial.

Berikut aneka macam sosial media yang sedang booming :

1. Facebook

Situs sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerberg ini mempunyai sekitar 1 milyar pengguna di seluruh dunia dan merupakan yang paling terbesar. Berbagai jenis kalangan, mulai anak anak hingga kaum dewasa mempunyai akun Facebook. Tampilannya yang dinamis, menarik dengan fitur-fitur canggih yang dimilikinya membuat Facebook meraup Netters di seluruh dunia. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya.

2. Twitter

Twitter dibangun oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Evan Williams dan Biz Stone pada 15 Juli 2006 dan dikenal sebagai micro blogging yang menyediakan cara berkomunikasi baru dengan simple namun powerful dan efisien. Kicauan twitter yang dibatasi hanya sebanyak 140 karakter menuntut penggunanya menjadi kreatif dengan tidak membahas hal tidak perlu karena karakternya yang dibatasi. 1 tahun setelah diluncurkan ada lebih dari 400.000 tweet yang lewat dalam layanan Twitter. Jumlah ini berlipat ganda hingga 100 juta tweet di tahun 2008. Kini rata-rata tweet harian Twitter adalah 340 juta tweet per hari. Logo situs ini pun selalu bersanding di samping logo Facebook pada setiap iklan produk dan promo acara, menunjukkan betapa terkenalnya situs jejaring sosial ini.

3. Instagram

Instagram adalah media sosial dengan ajang berbagi foto yang sedang naik daun dan disebut sebagai The Rising Star karena perkembangannya yang sangat cepat. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, mengedit dan membagikannya tak hanya pada pengikutnya saja, tapi juga bisa langsung di beberapa situs lain seperti Twitter, Facebook dan Tumblr dengan mencentang link situs yang juga ingin dibagi. Tak perlu menjadi fotografer professional untuk memiliki akun ini, pengguna pemula pun bisa mengunggah foto dan menjadi fotografer dadakan di Instagram. Komunikasi antara sesama pengguna Instagram dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna lainnya.

4. Path

Path didesain untuk media berbagi informasi kepada orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman. Terlihat dari dibatasinya jumlah teman yang disediakan, yaitu hanya sebanyak 150 orang saja. Penggunanya terbilang cukup banyak di Indonesia, kira kira sekitar satu perlima pengguna Path dan lebih dari setengah aktivitas Path adalah dari masyarakat Indonesia. Fitur profil pada path memungkinkan pengguna Path untuk mengatur tampilan dari halaman Path. Selain dapat mengubah gambar yang menjadi gambar profil, pengguna juga dapat mengubah gambar dari latar belakang halaman Path sesuai yang pengguna inginkan. Selain mengubah gambar, pengguna juga dapat menyambungkan setiap momen yang diunggah.

5. Skype

images (14)

Skype adalah jejaring sosial yang memungkinkan kita untuk berinteraksi langsung melalui Video call ataupun chatting dengan pengguna Skype di seluruh dunia. Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan perangkat lunaknya. Konferensi dapat dilangsungkan antar pengguna (dua orang) sampai dengan lima pengguna sekaligus. Untuk pengguna yang telah biasa menggunakan pengirim-penerima pesan instan internet, perangkat lunak skype akan dirasakan mudah dengan sosial media ini. Pengguna hanya diharuskan untuk memiliki gadget dengan spesifikasi teknis tertentu, headset (yang memiliki mike dan speaker), serta sambungan internet.

Saat ini perkembangan aplikasi media sosial seperti yang telah saya sebutkan diatas mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak. Media sosial tersebut tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan kualitas masyarakat terutama remaja dan anak-anak. Dampak positifnya dalam perkembangan IT, media sosial jelas membawa banyak keuntungan, misalnya saja memudahkan dalam hal komunikasi, mencari serta mengakses informasi.

Namun sosial media membawa hal negatif yang tidak sedikit juga bagi masyarakat yang salah dalam penggunaan fungsinya. Media sosial merupakan salah satu layanan dalam bidang teknologi yang membantu kita dalam bersosialisasi. Namun media sosial memiliki pengaruh buruk bagi pengguna yang sudah terlalu gandrung mengaktifkan internet yang fungsinya disalah gunakan.

Berikut uraian dampak negatif dari penggunaan sosial media :

1. Kecanduan dan tidak mengenal waktu

Orang yang sudah asyik bermain media sosial susah lepas untuk dihentikan. Terutama untuk para remaja yang masih belum bisa memprioritaskan mana yang harus dikerjakan mana yang tidak harus dikerjakan. Mereka akan mudah tercandu dengan serunya aplikasi media sosial hingga lupa terhadap waktu. Dengan begitu mereka akan lupa untuk mengerjakan hal hal yang penting yang justru malah digunakan untuk bersosial media.

2. Tidak peduli dengan sekitar

Kebanyakan orang saat sudah merasakan asyiknya online menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, entah itu pada saudara, orangtua atau teman. Bahkan, dengan dirinya sendiri pun lupa. Tidak peduli orangtua sedang repot butuh bantuan, tidak peduli lantai kotor dan harus disapu, tidak peduli sudah menjalankan ibadah sholat atau belum dan masih banyak lagi ketidak pedulian mereka disaat sedang asyik di dunia maya.

3. Kurang sosialisasi dengan lingkungan

Jika diperhatikan banyak remaja sekarang yang tidak akrab dengan tetangga sekitar. Mereka cenderung asyik mengurung diri di kamar memainkan jari jemarinya di keyboard komputer atau keypad handphone mereka. Sehingga kebiasaan ini menyebabkan mereka menjadi tidak dikenal di masyarakat, tidak mengetahui ada info apa di lingkungan sekitar dan sebagainya.

4. Menghamburkan uang

Rata-rata bagi mereka yang kecanduan media sosial selalu menjaga pulsanya demi bisa bermedia sosial ria. Banyak juga remaja sekarang yang lebih memilih pulsanya didaftarkan untuk paket internet daripada untuk menelpon atau sms keluarga. Sekarang sekitar 50 000 rupiah minimal biaya yang dibutuhkan untuk 1 bulan paket internet. Itupun belum termasuk biaya sms dan telepon. Bagaimana dengan keuangan anak remaja yang masih duduk dibangku sekolah ? tidakah itu terlalu memberatkan? Ya mungkin sangat memberatkan bagi sebagian masyarakat. Orangtua akhirnya perlu mengeluarkan biaya yang lebih lagi untuk putra putrinya.

5. Mengganggu kesehatan

Mereka yang sedang asyik di media sosial cenderung suka tidur larut malam dan melupakan perutnya sudah terisi makanan atau belum. Sudah tentu hal ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit.

6. Malas Belajar

Jika terlalu asyik bermain menggunakan sosial media menyebabkan malas untuk membuka kembali buku pelajaran sekolah atau kuliah. Saat ingin mengerjakan tugas sekolah atau kuliah pun inginnya segera cepat karena sudah terfokus dengan sosial media. Alhasil kualitas daya be;ajar mereka pun menurun akibat penggunaan yang berlebihan.

Dari dampak negatif diatas, saya menyimpulkan bahwa tak selamanya perkembangan dunia teknologi informasi bermanfaat untuk masyarakat. Jika pengguanaanya berlebihan akan menimbulkan hal hal seperti diatas. Untuk para orangtua sebaiknya tetap mengawasi anak anaknya untuk ngurangi kebiasaan bermain media sosial digadget mereka.

Yup yup yup sekian dulu penjabaran saya seputar dampak negatif media sosial, sampai jumpa lagi pada artikel yang selanjutnya.

Salam manis dari sang pemilik blog 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s