Resensi Novel ” Cinta ½ Monyet “

Resensi novel ini merupakan resensi yang saya buat menjelang tamat tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Pembuatan resensi novel ini merupakan salah satu dari sekian banyak ujian praktek yang dihadapkan menjelang kelulusan tingkat SMK. Untuk anda yang sedang mencari contoh mengenai resensi novel, semoga resensi ini bisa menjadi panduan untuk mengerjakan tugas resensi sesuai dengan novel yang anda punya.

Judul Novel : CINTA ½ MONYET

  • Pengarang : Putra Alam
  • Penerbit : Zettu
  • Tahun Terbit : 2012
  • Tempat Terbit : Jakarta
  • Tebal : 143 Halaman
  • Panjang Buku : 19 cm
  • Harga Buku : Rp. 29.000,-
  • Ilustrasi Buku : Merah, hitam dan coklat. Dasar warna Putih dengan tulisan berwarna putih.

Kelebihan Novel :

Kemampuan pengarang memaparkan alur atau plot dengan sangat baik merupakan salah satu kelebihan dalam novel ini. Meskipun alur yang dibawakan adalah alur campuran, namun pembaca tidak perlu berfikir ulang atau bingung lagi untuk mengetahui siapa saja tokoh – tokoh yang terdapat didalam novel beserta watak wataknya. Latar tempat yang tertulis dalam cerita tertera sangat jelas, sehingga pembaca tertarik untuk menikmati hingga akhir cerita. Jumlah tokoh yang diceritakan juga tidak banyak, mudah untuk diingat dan mudah untuk dipahami.

Kalimat yang tertera dalam cerita ini dimuat menggunakan bahasa sehari hari, dengan begitu pembaca dapat menyesuaikan pikiran dengan keadaan cerita. Pesan moral yang dipaparkan dalam cerita ini juga sangat jelas, “Sebaik – baiknya anak didik, seharusnya bisa lebih menghormati dan menyesuaikan diri dari watak orang yang lebih tua, termasuk dengan seorang guru“. Pengarang juga menyisipkan sifat sifat yang seharusnya harus dimiliki oleh manusia, dengan saling membantu memenuhi kekurangan, maka akan tercipta keharmonisan yang manis diantara kita.


Kekurangan Novel :

Penulisan yang terkandung dalam sesi berikutnya terlalu biasa dan mudah untuk ditebak. Penulis tidak begitu kreatif dan innovative dalam memaparkan cerita, artinya sudah banyak alur cerita yang sama yang dibuat oleh penulis penulis lain. Pemilihan cerita cinta pada novel ini juga merupakan hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari, sehingga pembaca merasa sedikit bosan. Konflik yang dipaparkan dalam cerita kurang begitu menarik, sangat sedikit dan begitu singkat

Terkadang, terdapat beberapa kesalahan didalam suatu pengetikan. Kata kata yang terlalu santai juga kurang sesuai dengan pembelajaran moral bagi pembaca. Pesan moral yang disampaikan memang sangat jelas, namun kadang lebih banyak cerita negative yang diceritakan didalam tulisan ini mengenai pelanggaran anak anak sekolah. Banyak Hal yang kurang baik yang diceritakan dalam novel.


Sinopsis :

Novel ini diawali dengan persahabatan tiga anak remaja yang tak mau saling terpisahkan. Ada Joe yang tampan dan suka membuat ulah. Ada Gatot yang polos dan jarang gosok gigi. Dan ada Jodi yang plin – plan lalu malas mandi. Mereka adalah tiga orang anak remaja laki laki yang sangat tidak teratur dalam urusan sekolah. Kehidupan mereka terbilang bebas dan sangat lucu. Bertingkah aneh dan tertawa terbahak bahak adalah hobi yang mereka senangi.

Mereka selalu datang terlambat, selalu dihukum oleh Pa Hanung yang lebih tepatnya adalah Bapak kepala sekolah mereka. Terlebih Joe yang selalu mendapat panggilan untuk orangtua karena ketidak sopanan nya terhadap Pa Hanung. Berulang kali Pa Hanung memperingati Joe dan memberikannya hukuman, hingga orangtuanya malu namun tetap saja Dia tak pernah kapok. Tak khayal jika mereka bertiga, khususnya Joe jarang dilirik seorang wanita pun.

Suatu hari, ketika Joe berangkat menuju sekolah, tiba tiba dia berehenti ditengah jalan. Pandangannya ikut berhenti dan langsung tertuju pada sesosok wanita cantik yang sedang memperbaiki motor. Dengan memberanikan diri, Joe menyapa wanita tersebut dan bercerita tentang keluhannya. Icha adalah nama wanita cantik itu. Setelah lama berbincang akhirnya Icha bersedia berangkat sekolah berangkat sekolah bersama Joe. Dan sejak itulah awal Cinta ½ Monyet dimulai. Joe akhirnya dekat dan berpacaran dengan Icha setelah beberapa hari kemudian.

Tak disangka setelah Joe sampai dirumah Icha untuk mengajaknya berkencan, Sontak Joe terkejut melihat Pa Hanung berdiri didepan teras rumah. Seraya tak punya dosa, Joe pun langsung mengambil ancang ancang jurus ketidaksopanannya untuk melawan Pa Hanung yang Seram itu. Berulang kali Joe mengejek Pa Hanung hingga Pa Hanung Geram dengan sikap Joe. Rasa Kesal Pa Hanung pun muncul dan secepat mungkin dia mengusir Joe.

Icha membuka pintu dan terkejut melihat perdebatan mereka. Seketika itu juga Joe terkejut dan terdiam kaku saat mendengar icha memanggil Pa Hanung dengan sebutan “AYAH”. Tak lagi kuat Joe rasanya berdiri, Tali percintaan mereka dengan detik itu juga dihentikan oleh Pa Hanung. Joe pulang dengan badan lemas tak berdaya.

Berkali kali Icha menelvon, namun tak ada tanggapan sedikitpun dari Joe. Sampai putus asa dan hilang akal sehat, Icha pun mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadinya. Joe tak kuasa panic dengan kejadian itu. Bergegas ia kerumah sakit dan mendonorkan darahnya kepada Icha. Hanya darah Joe yang cocok yang mampu menolong icha. Beberapa hari kemudian Icha pun sadar dan tersenyum lebar melihat Joe dating menghampiri. Pa Hanung yang mestinya tak suka dengan Joe akhirnya merestui hubungan mereka. Selesai.

Semoga bermanfaat untuk pembaca..


LAMPIRAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s