Modal Kerja

Modal kerja adalah aktiva aktiva jangka pendek yang digunakan untuk kepentingan sehari hari perusahaan (selama proses kegiatan operasi)

Konsep modal kerja :

  • Kuantitatif (gross working capital): modal kerja kotor.
  • Kualitatif (net working capital) : modal kerja bersih.

Konsep fungsional Modal kerja : fungsi dana dalam menghasilkan pendapatan.

  1. Working capital : yang menghasilkan pendapatan pada periode tersebut.
  2. Non working capital : didapat dari investasi aktiva tetap dikurangi depresiasi.
  3. Potensial working capital : didapat dari profit margin dari piutang dan efek.

Klasifikasi Modal kerja

  1. Modal kerja permanent : primer & normal.
  2. Modal kerja variable : musiman, siklus, darurat.

Faktor faktor yang mempengaruhi modal kerja

  1. Volume penjualan
  2. Musim & siklus
  3. Perubahan teknologi
  4. Kebijakan perusahaan
  5. Besar kecilnya perusahaan
  6. Aktivitas perusahaan
  7. Tersedianya fasilitas kredit.
  8. Sikap terhadap resiko.

Tujuan manajemen modal kerja

  1. Likuiditas yang cukup.
  2. Meminimumkan resiko.
  3. Memperbesar nilai perusahaan.
Iklan

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan (financial management) adalah pengelolaan mengenai bagaimana cara memperoleh aset, mendanai aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan.

Jadi mulai dari bagaimana cara mendapatkan dana, mengelola kas, mengelola utang dan piutang perusahaan, menyiapkan persediaan perusahaan, serta pembagian keuntungan untuk seluruh anggota perusahaan dikendalikan oleh manajer keuangan. Manajer harus ekstra hati hati dalam memanaj keuangan perusahaan karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan untuk saat ini hingga masa depan nanti.

Tujuan manajemen keuangan, yaitu

  • memaksimumkan laba,
  • memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham,
  • memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham dengan tidak lepaskan tanggung jawab social.

Tanggung Jawab Manajer Keuangan yaitu :

  • Peramalan dan perencanaan keuangan
  • Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan
  • Pengkoordinasikan dan pengendalian serta Interaksi dengan pasar modal

Peran manajemen keuangan yaitu :

  • Bertanggung jawab terhadap keputusan
  • Pembiayaan : mencari sumber modal untuk membiayai kegiatan bisnis.
  • Pengelolaan aktiva : digunakan untuk kegiatan perusahaan dalam mencari labamelalui penjualan barang atau jasa.
  • Perolehan :laba yang didapat akan disimpan/ dibagikan sesuai hak anggota perusahaan.
  • Bertanggung jawab untuk menghadapi perubahan lingkungan dalam alokasi aktiva.

Sumber sumber penawaran modal untuk pembiayaan perusahaan :

1. Menurut asalnya :

  • Sumber eksternal : sumber yang berasal dari luar perusahaan.
  • Modal pemilik/modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity).
  • Modal asing, bisa dari bank atau dari lembaga keuangan lainnya.
  • Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt), Utang Jangka Panjang (Long-term Debt).
  • Lain-lain, misalnya hibah.
  • Sumber Internal : modal didapat jika perusahaan sudah mampu menghasilkan keuntungan/ pemasukan setelah beroperasi. Jadi jika perusahaan belum beroperasi belum ada modal internal.
  • Laba Ditahan (Retained Earning).
  • Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization, dan Deplention).
  • Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.

2. Menurut cara terjadinya :

  • Tabungan
  • penciptaan/ kreasi bank
  • Intensivikasi penggunaan uang

Jenis jenis modal untuk kegiatan perusahaan :

1. Modal aktif

  • Lama perputaran : aktiva lancar & aktiva tetap.
  • Fungsi bekerja : modal kerja & modal tetap.

2. Modal pasif

  • Modal sendiri : laba ditahan, modal saham, cadangan laba.
  • Modal asing : dalan jangka pendek, menengah, panjang.

Pengendalian Terhadap Kas

PENGERTIAN KAS

Kas adalah alat bayar yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas bisa berupa uang tunai (kertas/logam) baik yang ada ditangan perusahaan (cash in hand) atau ada di bank (bank), cek, demand deposit, money order.

Kriteria kas, yaitu:

  • Diakui secara umum sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Dapat dipergunakan ketika diperlukan &Penggunannya bersifat bebas.
  • Dikirim sesuai dengan nilai nominalnya.

Sifat/Karakteristik kas:

  1. Aktif tapi tidak produktif : kas tidak boleh dibiarkan menganggur (idle cash). Untuk peroleh pendapatan, kas harus diubah dulu menjadi persediaan, piutang dst. Tetapi juga tidak diharuskan juga seluruh kas diubah bentuknya, karena perusahaan akan sulit beroperasi apabila tidak disediakan kas yang cukup. Manajemen harus mampu ciptakan adanya keseimbangan antara kedua kepentingan tersebut.
  2. Tidak miliki identitas kepemilikan, sehingga mudah dipindah tangankan. Maka manajemen harus yakin bahwa: Setiap pengeluaran kas harus sesuai dengan tujuan, Semua uang yang seharusnya diterima, benar2 diterima, Tidak ada penyalahgunaan terhadap uang milik perusahaan.

Berikut ini yang termasuk kas.

  • Uang kertas dan logam.
  • Cek dan giro
  • Simpanan di bank dalam bentuk giro
  • Traveler’s check : cek yang dikeluarkan oleh bank untuk perjalanan.
  • Money order : surat perintah membayar sejumlah uang tertentu berdasarkan keperluan pengguna.
  • Cashier’s order : cek yang dibuat oleh bank untuk suatu saat dicairkan dibank itu juga.

MANAJEMEN KAS

Kas itu adalah aktiva yang paling mudah untuk disalahgunakan. Maka dari itu diciptakan system pengendalian internal yang baik. Sistem Pengendalian Internal Kas adalah semua sarana, alat, mekanisme yang digunakan oleh perusahaan untuk:

  1. Mengamankan, mencegah pemborosan dan penyalah gunaan kas
  2. Menjamin ketelitian dan dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi tentang kas
  3. Mendorong dicapainya efisiensi, serta dipatuhinya kebijakan manajemen tentang kas.

Pengawasan Internal Terhadap Kas

  • Pengawasan akuntansi : mengamankan kekayaan, menjamin ketelitian & dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi dalam perusahaan.
  • Pengawasan administrasi : berkaitan dengan efisiensi operasi & kepatuhan terhadap kebijakan manajemen .

Pengawasan internal kas didesain untuk menjamin:

  • Adanya pemisahan antara bagian-bagian yang menangani kas
  • Semua kas yang diterima harus segera disetor ke bank
  • Pengeluaran kas harus ada otorisasi dan sesuai tujuan
  • Semua pengeluaran kas harus gunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil gunakan petty cash

Pelaporan Terhadap Kas

Masalah-masalah yang berhubungan dengan palaporan, yaitu seperti berikut ini :

a) Kas yang dibatasi diklasifikasi dalam kelompak Aktiva Lancar atau Aktiva Jangka Panjang, tergantung tanggal ketersediaan atau pengeluaran.

  • Saldo Kompensasi, saldo kas minimum yang harus ada dalam rekening giro/ tabungan, bagi para nasabah yang meminjam uang kepada bank yang bersangkutan.
  • Kas kecil, penggajian dan dana deviden yaitu kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu,
  • Sertifikat deposito, harus diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek dan bukan kas. Sebab CDs dapat dicairkan apbl telah jatuh tempo, hal ini berarti ada batasan penggunaan kas
  • Cek Mundur, cek yang dapat diuangkan pada tanggal yang tercantum dalam cek tersebut. Cek mundur dapat diklasifikasikan sbg kas setelah tanggal cek tsb dapat diuangkan
  • Cek kosong, terjadi karena rekening koran perusahaan yang mengeluarkan cek tidak mempunyai dana, cek dalam keadaan rusak atau kesalahan informasi yang tercantum dalam cek. Item ini lebih tepat dilaporkan sebagai piutang daripada kas
  • Biaya yang dibayar dimuka, seperti perangko, uang muka karyawan, asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, lebih tepat dilaporkan sebagai biaya dibayar dimuka daripada kas
  • Cek yang belum dikirimkan, cek yang telah dibuat tetapi belum diserahkan ke pihak yang berhak menerima. Jika pada tanggal neraca ada item seperti ini, maka dapat diklasifikasikan sebagai kas.

b) Overdraft Bank, terjadi bila suatu cek ditulis dalam jumlah yang melebihi rekening kas. Hal itu harus dilaporkan dalam kelompok kewajiban lancardan biasanya ditambahkan ke dalam jumlah yang dilaporkan sebagai hutang usaha.

c) Ekuivalen kas, investasi jangka pendek yang sangat likuid, yang:

  • Segera bisa dikonversi menjadi sejumlah kas yang diketahui, dan
  • Begitu dekat dengan jatuh temponya sehingga risiko perubahan suku bunga tidak signifikan.

REKONSILIASI BANK

Rekonsilisi bank adalah suatu prosedur pengendalian kas di bank, dengan bandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan. Secara periodik bank mengirimkan laporan berupa bank statement yang berisi semua transaksi penyetoran dan pengambilan oleh deposan (depositor) selama periode tertentu.

Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

Tujuan Rekonsiliasi Bank adalah :
a) Menentukan saldo kas (bank) yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca).
b) Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank.

Perbedaan saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan oleh 2 (dua) faktor:

1. Beda Waktu Pengakuan

  • Adanya setoran dalam perjalanan (deposit intransit).
  • Cek yang belum diuangkan (outstanding check.
  • Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima memo kredit dari bank.
  • Biaya bank (bank charge)yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank.
  • Adanya cek kosong atau dana kurang

2. Kesalahan Pencatatan oleh Bank atau oleh Perusahaan. Akibat yang terjadi karena kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada.


FORMAT REKONSILIASI BANK

Berdasarkan tujuan rekonsiliasi, ada dua bentuk rekonsiliasi bank, yaitu:

a) Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk mendapatkan saldo yang harus dilaporkan. Rekonsiliasi ini dapat dimulai dengan melakukan rekonsiliasi saldo menurut bank beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, kemudian diikuti dengan saldo menurut perusahaan atau sebaliknya.

  • seksi saldo per laporan bank
  • seksi saldo per buku.

b) Rekonsiliasi saldo bank ke saldo perusahaan atau sebaliknya.


PENYUSUNAN REKONSILIASI 

Untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan dan perbedaan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan, diteliti laporan dan buku catatan atau laporan sebagai berikut: Laporan bank, Buku jurnal penerimaan kas, Buku jurnal pengeluaran kas.

Mengisi Data Dengan Formula Excel

Berbicara mengenai penggunaan rumus/formula excel yang begitu banyak, nampaknya agak sedikit rumit ya. Jika salah dalam mengisi rumus, maka hasil dari perhitungan yang di inginkan tidak keluar/eror. Untuk sobat yang sering menggunakan microsoft excel dikehidupan sehari hari mungkin sudah tidak asing lagi dengan begitu banyaknya rumus yang melekat pada apikasi ini, tapi bagi seorang yang baru mengenal microsoft excel akan bingung, rumus yang seperti apa yang digunakan untuk mengisi cell yang di inginkan. Berikut saya punya contoh data yang mungkin berguna untuk pembaca.

Toko Fantastika Mulia bergerak dibidang penjualan peralatan komputer seperti Mouse, Compact Disk dan Keyboard. Berikut ini adalah data yang dihimpun dari Toko Fantastika Mulia :

DATA ANITA 1

Keterangan :

1. Nama Barang :

  • MS = Mouse
  • CD = Compact Disk
  • KB = Keyboard

2. Jumlah pembelian didapat dari 2 karakter dari kode barang 0403.

3. Distributor 2 karakter dari kode barang T1, T2, T3.

4. Tahun periode 2 karakter dari kode barang :

  • 02 = 2012
  • 04 = 2014

5. Jenis barang 1 karakter dari kode barang :

  • H = Hardware
  • S = Software

6. Harga satuan :

  • MS = 50 000
  • CD = 10 000
  • MN = 1 000 000
  • KB = 100 000

7. Harga total = Harga satuan dikali jumlah pembelian


Untuk mengisi Nama Barang, Distributor, Jumlah Pembelian, Jenis Barang, Harga Satuan, Tahun Periode, Harga

Total dari penjualan yang dilakukan oleh Toko Fantastika Mulia, maka diperlukan rumus seperti berikut ini :

DATA ANITA 2

1. NAMA BARANG

=IF(RIGHT(B2,2)=”MS”,”MOUSE”,IF(RIGHT(B3,2)=”CD”,”COMPACTDISK”,

   IF(RIGHT(B4,2)=”KB”,”KEYBOARD”,”MONITOR”)))

=IF(RIGHT(B3,2)=”CD”,”COMPACT DISK”,IF(RIGHT(B4,2)=”KB”,”KEYBOARD”,”MONITOR”))

=IF(RIGHT(B8,2)=”KB”,”KEYBOARD”,”MONITOR”)

=IF(RIGHT(B9,2)=”KB”,”KEYBOARD”,”MONITOR”)

2. DISTRIBUTOR

=MID(B6,6,2)

=MID(B7,6,2)

=MID(B8,6,2)

=MID(B9,6,2)

3. JUMLAH PEMBELIAN

=MID(B6,2,4)

=MID(B7,2,4)

=MID(B8,2,4)

=MID(B9,2,4)

4. JENIS BARANG

=IF(LEFT(B6,1)=”H”,”HARDWARE”,”SOFTWARE”)

=IF(LEFT(B7,1)=”H”,”HARDWARE”,”SOFTWARE”)

=IF(LEFT(B8,1)=”H”,”HARDWARE”,”SOFTWARE”)

=IF(LEFT(B9,1)=”H”,”HARDWARE”,”SOFTWARE”)

5. HARGA SATUAN

=IF(RIGHT(B6,2)=”MS”,”50000″,IF(RIGHT(B7,2)=”CD”,”10000″,

   IF(RIGHT(B8,2)=”KB”,”100000″,”1000000″)))

=IF(RIGHT(B7,2)=”CD”,”10000″,IF(RIGHT(B8,2)=”KB”,”100000″,”1000000″))

=IF(RIGHT(B8,2)=”KB”,”100000″,”1000000″)

=IF(RIGHT(B9,2)=”KB”,”100000″,”1000000″)

6. TAHUN PERIODE

=IF(MID(B6,2,2)=”04″,”2014″,”2013″)

=IF(MID(B7,2,2)=”04″,”2014″,”2013″)

=IF(MID(B8,2,2)=”04″,”2014″,”2013″)

=IF(MID(B9,2,2)=”04″,”2014″,”2013″)

7. HARGA TOTAL

=I6*F6

=I7*F7

=I8*F8

=I9*F9

Maka akan didapatkan hasil seperti dibawah ini :

DATA ANITA 3

Kelebihan Dan Kelemahan Topology

Star Network Topology

Kelebihan :

  • Mudah mengubah dan menambah komputer kedalam jaringan tanpa mengganggu aktifitas jaringan yang sedang berlangsung.
  • Apabila satu computer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka Komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  • Dapat menggunakan tipe kabel didalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kelemahan :

  • Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal beroperasi.
  • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik kesatu central point.
  • Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  • Lalu lintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

Hierarchical Tree NetworkTopology

Kelebihan :

  • Perangkat terhubung pada pusat pengendali/ HUB, terbagi dua yaitu central hub dan secondary hub.
  • Mudah digunakan, dan semua data perusahaan dapat terpusat menjadi satu area kerja.
  • Kontrol Manajemen lebih mudah karena sentralisasi dibagi menjadi beberapa tingkatan.
  • Lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi repeater.

Kelemahan :

  • Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang.
  • Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
  • Bila terjadi putusnya kabel pada computer tingkat atas, computer tingkat dibawahnya tidak dapat digunakan.

Loop Network Topology

Kelebihan :

  • Semua computer pada jaringan mempunyai status yang sama

Kelemahan :

  • Bila salah satu computer mati, computer yang lain dalam jaringan tidak dapat digunakan.

Bus Network Topology

Kelebihan :

  • Topologi yang sederhana
  • Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer
  • Biaya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
  • Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan.

Kelemahan :

  • Traffic yang padat akan sangat memperlambat bus.
  • Setiap barel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
  • Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus
  • Lebih lambat dibanding dengan topolgi yang lain.
  • Jaringan akan terganggu apabila salahsatu computer rusak.
  • Deteksi kesalahan sangat kecil sehingga bila terjadi gangguan akan sulit sekali mencari kesalahan itu.

Ring Network Topology

Kelebihan :

  • Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri dan kanan server.
  • Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
  • Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kelemahan :

  • Apabila ada satu computer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Menambah atau mengurangi computer akan mengacaukan jaringan.
  • Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

Web Network topology

Kelebihan :

  • Banyaknya hubungan antara computer yang satu dengan yang lain secara bebas, computer dapat berhubungan dengan computer lain secara bebas.
  • Apabila ada satu saluran yang tidak dapat digunakan saluran lain masih dapat digunakan.

Kelemahan :

  • Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan ini sangat mahal, karena banyaknya saluran computer yang dibangun.
    Kontrol manajemen sangat sulit diterapkan.

Arsip Dan Kearsipan Dalam Kegiatan Administrasi

Kegiatan administrasi pasti selalu ada disemua ruang lingkup kerja atau kegiatan. Administrasi identik dengan persuratan atau ketatausahaan. Mulai dari kegiatan mencatat, menghitung, mengarsip dalam kegiatan administrasi yang seluruhnya menggunakan bahan kertas berisi informasi. Kertas yang berisi informasi tidak boleh hilang, maka dari itu disinilah pentingnya kegiatan dalam bidang administrasi yaitu mengelola arsip.

Secara Etimologi, kata “ arsip “ berasal dari :
• Bahasa Yunani yaitu archium (peti untuk menyimpan sesuatu).
• Bahasa Belanda yaitu archief (warkat).
• Bahasa Jerman yaitu archivalen (warkat).
• Bahasa Inggris yaitu archieve (kumpulan warkat).

Arsip adalah setiap catatan (warkat) yang tertulis, tercetak atau terketik dalam bentuk huruf, angka, gambar yang mempunyai arti atau tujuan tertentu sebagai bahan komunikasi. Warkat dapat disebut arsip apabila : mempunyai arti, mempunyai kegunaan & disimpan dengan teratur.

Kearsipan adalah suatu proses kegiatan mulai dari penerimaan, pengumpulan, pengaturan, pemeliharaan, dan penyimpanan warkat menurut system tertentu, sehingga saat diperlukan dapat ditemukan dengan cepat dan mudah.


Jenis – jenis arsip berdasarkan bentuknya :

  • Arsip berbentuk lembaran. Contoh : surat, kwitansi, faktur, foto, memo, kartu, formulir, hasil faximile, peta.
  • Arsip tidak berbentuk lembaran. Contoh : flashdisk, mikro film, rekaman pada pita kaset.

Jenis – jenis arsip berdasarkan masalahnya :

  • Financial Record : arsip yang berisi catatan mengenai masalah keuangan. Contoh : kwitansi. giro, cek dan kartu kredit.
  • Inventory Record : arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris/persediaan. Contoh : catatan tentang jumlah barang, merek barang, ukuran barang, dan harga barang.
  • Personal Record : arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Contoh : surat lamaran kerja, cv, absensi pegawai, dan surat keputusan.
  • Sales Record : arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan. Contoh : data penjualan, daftar nama agen dan distributor.
  • Production Record : arsip yang berhubungan dengan masalah produksi. Contoh : arsip jenis bahan baku, arsip jenis alat/mesin yang digunakan, arsip kualitas barang.

Jenis – jenis arsip berdasarkan sifatnya :

  • Arsip tidak penting : arsip yang hanya mempunyai kegunaan informasi. Contoh : surat undangan, surat pemberitahuan.
  • Arsip biasa : arsip yang semual penting tetapi akhirnya tidak berguna lagi pada saat arsip yang diinformasikan itu berlalu. Contoh : surat tagihan, surat lamaran kerja.
  • Arsip penting : arsip yang ada hubungannya dengan masa lalu dan masa yang akan datang sehingga perlu disimpan dalam waktu yang lama.
  • Arsip sangat penting : arsip yang dapat dijadikan alat pengingat selama lamanya (bernilai sejarah/ilmiah). Contoh : naskah proklamasi, surat keputusan hasil penelitian ilmiah.
  • Arsip rahasia : arsip yang isinya hanya dapat diketahui oleh orang tertentu saja dalam suatu organisasi. Contoh : hasil penilaian pegawai dan strategi pemasaran.

Jenis – jenis arsip berdasarkan fungsinya :

  • Arsip dinamis : arsip yang digunakan langsung dalam perencanaan dan penyelenggaraan administrasi. Arsip dinamis terbagi 3 lagi menjadi : (Arsip aktif yaitu arsip yang digunakan secara terus menerus dalam kegiatan kantor), (Arsip semi aktif yaitu arsip yang frekuensi penggunaannya sudah menurun, tetapi kadang kadang masih diperlukan), (Arsip inaktif yaitu arsip dinamis yang sudah sangat jarang digunakan, hanya digunakan sebagai pemberi keterangan semata /referensi).
  • Arsip statis : arsip yang tidak digunakan langsung dalam perencanaan dan penyelenggaraan administrasi.

Nilai guna arsip, yaitu :

  • Nilai penerangan : arsip yang hanya mempunyai kegunaan sebagai bahan informasi. Contoh : surat pengumuman.
  • Nilai yuridis : arsip yang digunakan sebagai alat pembuktian dalam peristiwa hukum. Contoh : akte kelahiran, kwitansi, surat perjanjian.
  • Nilai historis : arsip yang menggambarkan suatu peristiwa/kejadian dimasa lampau. Contoh : teks proklamasi.
  • Nilai Ilmiah : arsip yang digunakan untuk pengembangan dan ilmu pengetahuan/penyelidikan. Contoh : hasil karya tulis.
  • Nilai guna fiskal : arsip yang mempunyai kegunaan dalam bidang keuangan. Contoh : kwitansi, bukti pembayaran pajak.

Menurut Vernon B. Santen, arsip mempunyai nilai guna dengan singkatan ALFRED :

A = Administrasi Value (Nilai Administrasi)

L = Legal Value (Nilai Hukum)

F = Fiscal Value (Nilai Keuangan)

R = Research Value (Nilai Penelitian)

E = Education Value (Nilai Pendidikan)

D = Documentation Value (Nilai Dokumentasi)

Statistika : Mengenal Data, Populasi & Sampel


STATISTIKA


Pengertian Statistika :

Statistika adalah ilmu dan seni tentang teknik pengumpulan data, penyajian data, analisis data dan pengambilan kesimpulan data yang berhasil dihimpun.

Statistika ada dua, yaitu :

  1. Statistika Deskriptive : serangkaian teknik tentang pengumpulan data, meringkas data dan menyajikan data.
  2. Statistika Inferensia : serangkaian teknik untuk menkaji, menafsir dan mengambil kesimpulan sebagian data (sampel) yang dipilih secara acak dari seluruh data (populasi).

DATA


Pengertian Data :

Data adalah sekumpulan fakta atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat digunakan sebagai dasar menarik suatu kesimpulan.

Jenis data berdasarkan cara memperolehnya :

  • Data Primer : data yang langsung diambil dari objek penelitian oleh si peneliti. Data tersebut secara langsung diperoleh dari jawaban responden melalui penyebaran kuisioner, olah data ataupun observasi.
  • Data Sekunder : data yang tidak secara langsung diambil dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadidari pihak lain yang dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data.

Macam macam data berdasarkan sumbernya :

  • Data Internal : data yang menggambarkan situasi dan kondisi didalam organisasi secara internal. Contoh : Risma mengambil data keuangan, data pegawai dan data produksi langsung dari PT Maju Bersama yang memproduksi buku tulis.
  • Data Eksternal : data yang menggambarkan situasi dan kondisi yang ada di luar organisasi. Contoh : Risma mengambil data jumlah pengguna atau pembeli buku tulis dari PT Maju bersama secara langsung dari sekitar luar wilayah PT Maju Bersama.

Klasifikasi data berdasarkan jenisnya :

  • Kuantitatif : data yang dipaparkan dalam bentuk angka.
  • Kualitatif : data yang disajikan dalam bentuk kata kata yang mengandung makna.

Pembagian jenis data berdasarkan sifat data :

  • Data Diskrit : data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh berat badan Fina 48 kg. Harga bakso malang Rp. 10.000.
  • Data Kontinyu : data yang nilainya ada pada interval tertentu atau pada nilai yang satu ke nilai yang lain. Data tersebut tidak bisa dipastikan secara pasti jumlahnya, dan menggunakan kata kata seperti : sekitar, kurang lebih, kira kira dan sebagainya. Contoh Anita menggunakan kurang lebih 5 kg untuk membuat kue setiap harinya. Sekitar 10 anak main di taman kota.

Jenis data menurut waktu pengumpulannya :

  • Data Cross Section : data yang menunjukan titik waktu tertentu. Contoh : Laporan keuangan PT Maju Bersama per 31 desember 2014. Data pelanggan PT Maju Bersama bulan Juli 2014.
  • Data Time Series / Berkala : data yang menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh : data perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari tahun 2013 sampai 2015.

Data menurut skala ukur :

  • Nominal
  • Ordinal
  • Interval
  • Rasio

POPULASI


Pengertian Populasi :

Populasi adalah serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran / objek penelitian. Populasi dapat berupa manusia, hewan, tumbuh tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan lain sebagainya sehingga dapat menjadi sumber data penelitian.

Populasi berdasarkan jumlah :

  1. Populasi terbatas (terhingga) : populasi yang dinyatakan dengan angka dan mempunyai batasan. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi.
    Terbatas : hanya untuk 300 mahasiswa berprestasi.
    Karakter : beasiswa.
  2. Populasi tak terbatas (tak terhingga) : populasi yang tidak dapat ditentukan batasnya. Contoh : sejumlah pedagang berjualan di sekitar taman kota.
    Tak terbatas : sejumlah pedagang.
    Karakter : berjualan.

Populasi berdasarkan turunan populasi terbatas dengan ruang lingkup yang lebih dipersempit :

  1. Populasi teoritis : populasi yang diturunkan dari populasi terbatas. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi tahun 2015.Untuk mengetahui siapa saja yang layak mendapat beasiswa maka dapat melihat kriteria pemberian beasiswa tahun 2014.
  2. Populasi tersedia : populasi turunan dari populasi teoritis yang akan diteliti dengan mempertimbangkan jumlah, waktu dan tenaga yang tersedia dengan memperhatikan karakteristik yang ditentukan.

Populasi berdasarkan variasi dari unsur pembentuk sumber data :

  1. Populasi bersifat homogen :populasi yang unsur unsur pembentukan dari sumber datanya memiliki sifat sifat yang sama. Semakin spesifik sata yang disebutkan maka akan menjadi semakin homogeny. Contoh : 5 kg terigu + 20 telur + 2 kg mentega diaduk dan dicetak menjadi 2500 irisan kue. Irisan kue yang satu dengan yang lainnya mempunyai sifat yang sama. Jika kue tersebut ingin diteliti maka cukup diambil beberapa irisan saja karena sama antara irisan satu dengan yang lainnya.
  2. Populasi bersifat heterogen : populasi yang unsur unsur pempentukan dari sumber datanya sifat yang bervariasi (berbeda beda) sehingga perlu ditetapkan lagi batasan batasannya baik kuantitatif atau kualitatifnya. Semakin sedikit ciri ciri populasi yang diidentifikasi maka akan semakin heterogen. Contoh : Penelitian tentang persepsi masyarakat tentang pengobatan alternative. Dalam penelitian ini tidak diketahui pengobatan alternative yang seperti apa yang akan dipersepsikan, jadi tidak ditentukan karakteristik pengobatan alternativenya karena bersifat universal (keseluruhan).

SAMPEL


Pengertian Sampel :

Sampel adalah sebagian objek dari populasi yang diambil untuk menjadi sumber data penelitian.

Alasan menggunakan sampel untuk objek penelitian :

  1. Populasi berjumlah banyak bahkan tidak terbatas dan tidak memungkinkan dalam praktiknya diteliti satu persatu, maka dari itu hanya sebagian objek yang diambil (sampel).
  2. Adanya keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia yang membuat peneliti hanya menggunakan sebagian sumber data.
  3. Penelitian dengan sample bisa lebih mudah dari pada populasi, karena sedemikian banyaknya karakteristik populasi yang ada dapat membuat kelelahan fisik dan mental peneliti sehingga banyak terjadi kekeliruan.

Syarat syarat sampel yang baik :

  1. Akurasi / Ketepatan, artinya makin sedikit tingkat kekeliruan dalam sampel maka akan semakin akurat atau tepat sampel tersebut.
  2. Memiliki tingkat presisi estimasi, artinya belum ada sampel yang bisa mewakili karakteristik populasi sepenuhnya, oleh karena itu dalam setiap penarikan sampel pasti ada kesalahan yang melekat yang dikenal dengan sebutan “sampling error”. Presisi diukur oleh simpangan baku. Makin kecil perbedaan antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel dengan simpangan baku populasi makin tinggi pula tingkat presisinya.
  3. Derajat kepercayaan mengukur seberapa jauh peneliti yakin dalam estimasi populasi secara benar. Semakin tinggi derajat kepercayaan, semakin banyak jumlah sampel yang harus diambil.

Teknik pengambilan sampel :

  • Probability / Random Sampling (Sample Acak) yaitu pengambilan sampel dengan cara memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Contoh : Anita meneliti tingkat kecerdasan anak di Indonesia. Karena Indonesia merupakan Negara yang luas, Ia hanya mengambil data secara acak dari beberapa anak yang ditemui.
  • Non Probability / Non Random Sampling (Sampel Tidak Acak) yaitu pengambilan sampel dengan cara memilih (menentukan) dengan pasti hanya pada populasi yang benar benar dapat diambil informasinya. Contoh : Anita meneliti Mahasiswa Gunadarma yang mendapat beasiswa khusus di daerah regional kalimalang untuk di ambil sampel. Dengan itu, maka anita hanya mengambil sampel dari daerah yang sudah ditentukan yaitu daerah kalimalang.